gambar

BOLEHKAH TIDUR SETELAH SAHUR

Bulan Ramadan merupakan bulan yang istimewa bagi umat muslim di seluruh dunia. Selain melakukan ibadah puasa, umat muslim juga menjalankan sahur.  Sahur adalah aktivitas makan yang dilakukan pada waktu subuh sebelum berpuasa. Makanan yang tepat dan seimbang saat sahur akan memberikan nutrisi yang cukup untuk tubuh selama berpuasa. Setelah sahur, apa yang biasanya Anda lakukan? Kemungkinan besar banyak yang menjawab tidur lagi. Namun siapa sangka, jika kebiasaan tidur setelah sahur ini bisa memberikan dampak bahaya bagi kesehatan tubuh. Apa saja dampaknya dan kenapa tidak boleh tidur setelah sahur?

Setelah makan sahur, lambung akan mencernanya menjadi sari-sari makanan yang kemudian diserap oleh tubuh untuk dijadikan energi. Sistem pencernaan tubuh butuh setidaknya 2 jam untuk mengolah makanan sampai menjadi makanan. Proses pencernaan ini membutuhkan suplai dasrah yang tidak sedikit. Itu sebabnya kenapa kita tidak dianjurkan untuk beraktifitas berat setelah makan.

Namun ini bukan alasan untuk anda boleh langsung tidur. Selama anda tidur hampir seluruh fungsi tubuh berhenti bekerja kecuali jantung, otak, dan paru-paru. Jadi tidur setelah makan sahur tidak akan memberikan cukup waktu untuk sistem pencernaan bekerja memecah makanan. Akhirya makanan tersebut jadi tertimbun sia-sia dalam tidur.

Bahaya tidur setelah sahur

1. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau refluks asam lambung

Ketika selesai makan sahur langsung tidur, jumlah asam lambung yang diproduksi terlalu banyak dan terjadi terus menerus, masalah asam lambung naik (heartburn) bisa berlanjut menjadi GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau refluks asam lambung.

GERD merupakan kelanjutan dari refluks asam yang sering terjadi setidaknya lebih dari dua kali per minggu. GERD juga terjadi karena katup yang memisahkan lambung dan tenggorokan tidak menutup sempurna sehingga asam lambung dapat mengalir kembali ke kerongkongan. Asam lambung dapat mengiritasi tenggorokan, serta menimbulkan berbagai gejala lain seperti:

  • Panas seperti terbakar di ulu hati.
  • Makanan tampaknya naik ke kerongkongan.
  • Asam di bagian belakang mulut.
  • Mulut pahit.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Bengkak.
  • Kesulitan menelan
  • Sendawa.
  • Batuk.
  • Suara serak.
  • Mengi.
  • Nyeri dada, terutama saat berbaring.

2. Asam lambung naik

Maag adalah keluhan yang umum terjadi. Biasanya, muncul akibat telat makan. Walaupun dapat membaik dengan sendirinya, maag bisa saja semakin bertambah parah. Ini bisa menjadi bahaya jika Anda punya kebiasan sering tidur setelah makan sahur. Pasalnya, pada kondisi ini sistem pencernaan tidak mencerna makanan dengan baik.

Lambung akan secara otomatis meningkatkan produksi asam lambung untuk mempercepat prosesnya. Di samping itu, ketika Anda tidur, gaya gravitasi akan melonggarkan klep lambung sehingga menyebabkan asam lambung dalam perut mengalir balik ke kerongkongan.

Asam lambung bisa mengikis lapisan dinding kerongkongan dan menyebabkan luka di kerongkongan. Hal tersebut dapat bisa menyebabkan perut mulas, nyeri ulu hati, dan sensasi panas perih seperti terbakar pada dada hingga tenggorokan.

3. Menyebabkan penumpukan lemak

Sebuah penelitian melaporkan bahwa kebiasaan tidur langsung setelah sahur oleh orang keturunan keluarga yang obesitas dapat meningkatkan risiko kegemukan (obesitas) hingga dua kali lipat.

Hal ini dikarenakan makanan yang masuk ke lambung tidak langsung dicerna oleh lambung saat kamu sedang tidur. Kalori dari makanan tersebut justru akan disimpan dalam bentuk lemak. Apalagi jika makanan sahur mengandung tinggi karbohidrat, lemak, dan serba digoreng.

4. Diare atau Sembelit

Normalnya, dua jam setelah makanan dicerna perut akan kosong. Sisa makanan akan berpindah ke usus untuk dipadatkan menjadi feses. Namun, tidur setelah makan akan memperlambat proses pencernaan sehingga makanan akan “terdiam” terlalu lama di perut.

Makanan yang menumpuk di perut yang tidak tercerna bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit, tergantung makanan apa yang masuk ke perut kita.

5. Stroke

Tidur setelah makan mempersulit sistem pencernaan kamu untuk mencerna makanan. Artinya perut membutuhkan lebih banyak asupan darah untuk memperlancar kerjanya.

Padahal, otak juga tetap membutuhkan asupan darah yang stabil meski kita sedang tidur. Pasokan darah yang terkonsentrasi ke perut ini membuat otak kekurangan oksigen. Dalam jangka panjang, jika kebiasaan ini terus berlanjut, otak bisa mengalami stroke.

6. Menurunkan kualitas tidur

Kebiasaan langsug tidur setelah sahur terutama makan makanan berlemak dapat menurunkan kualitas tidur. Saat kenyang anda mungkin akan terasa mengantuk namun akan muncul perasaan gelisah yang membuat anda mudah terbangun saat tidur. Makanan tinggi lemak seperti gorengan atau olahan daging butuh waktu lebih lama untuk dicerna sehiungga beri jedah wktu agar makanan tercerna agar tidur anda lebih nyenyak.

7. Sakit tenggorokan

Langsung tidur setelah sahur juga dapat menyebabkan sakit tenggorokan. Sensasi panas tak cuma di rasakan di dada saja tetapi di daerah tenggorokan. Ini disebabkan oleh efek lanjutan refluks asam atau GERD.

Ketika tubuh berbaring dengan perut penuh, katuo antara lambung dan kerongkongan tidak menutup sepenuhnya sehingga membuat asam lambung mudah naik ke tenggorokan dan menimbulkan sensasi terbakar pada tenggorokan. Jika kondisi ini di biarkan akan memperburuk dan menyebabkan peradangan.

Itulah beberapa bahaya yang terjadi akibat langsung tidur setelah makan. Karenanya lebih baik tunggu beberapa saat setelah sahur jika ingin kembali tertidur, supaya makanan dapat tercerna dengan baik.